Hi there!
Lama gak nulis blog? Someone asked me about that.
Sekarang lagi di FISIP dan jam menunjukkan pukul 17.01.
Baru-baru ini aku pindah ke kosan yang baru. Hm... ada senagnnya dan ada sedihnya juga.
Senang karena bisa dekat sama anak-anak HI yang lain tapi sedih karena meninggalkan anak asrama yang lain. Begitu lah hidup ya, ada yang datang tapi harus ada yang ditinggalkan juga.
Terus yang gak tahannya itu capeknya itu bok pindahan. Angkat barang sini-situ, atur barang ini-itu supaya kamar terlihat rapi. Punggungku pegal karena selama seminggu ini setiap pulang kuliah harus beres-beres, dan gak pernah sempat belajar karena kecapean duluan. Tapi setelah sekarang kamar lebih kinclong, hm... rasanya senang juga ya! Tapi tunggu dulu, sebagai anak HI masih ada tumpukan makalah dan review yang harus dikerjakan. Halah, sudah biasa ^^
Anyway, kemaren abangku tiba-tiba nelepon minta di temenin jalan-jalan ke perpustakaan FISIP. Maklumlah dia kan seroang kutu buku sejati. Terus dia senang sekali karena baru dapat kartu pinjaman perpustakaan antar perpus (dia anak fak ekonomi soalnya.red), kayak anak kecil yang dapat mainan baru gitu. Ya udah la ya, berhubung aku adalah adik yang manis dan baik aku berusaha menemani dia. Aku ngajak dia keliling-keliling, keperpustakaan HI, ke Blog Cafe fisip dan jejeran ruko di FISIP yang membuat FISIP UI kelihatan kayak mall atau sejenis tempat belanjaan, terakhir aku ngajak abangku ke kantor.
Gambar : Perpustakaan FISiP UI (Miriam Budiardjo Research Center)
Uliph: "Kenapa Don?"
Kemudian dia menjawab dengan mata nanar.
Donny: "Aku paling suka pemandangan seperti ini.
Aku heran, aku pikir dia akan bilang bahwa kampusku yang kubangga-banggakan dengan kebagusan gedung dan fasilitasnya terlihat bagus sekali saat sunset. (Karena posisi badannya kemaren langsung menghadap matahari)
Uliph: "hm???"
Donny: "Iya, lihatlah sekelilingmu."
Aku kemudian memperhatikan ke empat penjuru angin dimana mahasiswa-mahasiswi FISIP yang modis dan gaya sedang nongkrong, berdiri, duduk dan mengobrol. Aku pikir Donny pasti sedang mengagumi orang-orang FISIP yang cakep-cakep. Tapi tiba-tiba abangku bilang,
Donny: "Coba kau perhatikan Bapak tukang Bakpao yang lagi duduk di pojokan itu."
Terus aku langsung memalingkan wajah ke sebelah kananku, di situ seorang Bapak penjual Bakpao sedang duduk dan membiarkan dagangannya terlentang di depannya. Sementara kepalanya bersender pada sebuah pilar semen. Pandangannya kosong dan raut wajahnya keras. Pemandangan itu begitu kontras dengan kumpulan mahasiswa-mahasiswi yang duduk hanya setengah meter dari posisi Bapak itu berada. Mereka berpakaian rapi, berbaju bagus dan sedang bercanda atau tertawa. Aku langsung miris menyadari keadaan yang selama ini aku abaikan.
Donny: "Jadi ini yang di bilang Fakultas Sosial? Yang adanya ketimpangan sosial." (Donny berkata dengan nada lembut, setengah bercanda dan sedikit menyindir)
Itulah satu hal yang aku kagumi dari abangku, kepekaaan sosialnya yang tinggi. Hal itu tentu saja berpengaruh padaku. Bagaimana bisa dia yang kuliah di Fakultas Ekonomi lebih memperhatikan keadaan sosial daripada aku yang kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Tanpa sadar selama perjalanan aku memikirkan apa yang dikatakannya tersebut. Esok harinya (maksudku hari ini), sehabis melakukan diskusi di salah satu organisasi yang aku ikuti, tanpa sengaja aku melihat seorang penjual Bakpau yang sedang berkeliling dikampus.
Aku tiba-tiba teringat perkataan Abangku lagi dan hatiku miris melihat Bapak tersebut berjualan di Sabtu sore dimana kondisi FISIP sepi di waktu begitu. Tanpa sadar aku memanggil Bapak itu dan membeli dagangannya (kebetulan aku juga belum makan dari siang). Bapak itu terlihat begitu santun menjualkan dagangannya, hatiku semakin miris.
Abang, apa ya yang bisa kita lakukan supaya mengurangi kesenjangan ini. Belajar baik-baikkah supaya jika kelak kita sukses, kita dapat membantu orang-orang susah itu? Aku hanya takut Abang idealisasiku ini terkikis seiring terjunnya aku kedalam sistem di dunia nyata yang salah. Mari berdoa pada Tuhan Abang, supaya kita tetap jadi orang yang selalu peduli pada masyarakat yang termarginalisasi. I believe that God will help us!











1 komentar:
wah perpusnyaa bagus bgt colorfulll ga kuno kyk tmp kuliah ku hahahaa
Post a Comment
Hmmm, jadi menurutmu gimana?