Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Hope is the most exciting thing in life and if you honestly believe that love is out there, it will come. And even if it doesn't come straight away there is still that chance all through your life that it will.” -Josh Hartnett-

Saturday, 10 May 2008

Social Care



Hi there!
Lama gak nulis blog? Someone asked me about that.
Sekarang lagi di FISIP dan jam menunjukkan pukul 17.01.

Baru-baru ini aku pindah ke kosan yang baru. Hm... ada senagnnya dan ada sedihnya juga.
Senang karena bisa dekat sama anak-anak HI yang lain tapi sedih karena meninggalkan anak asrama yang lain. Begitu lah hidup ya, ada yang datang tapi harus ada yang ditinggalkan juga.
Terus yang gak tahannya itu capeknya itu bok pindahan. Angkat barang sini-situ, atur barang ini-itu supaya kamar terlihat rapi. Punggungku pegal karena selama seminggu ini setiap pulang kuliah harus beres-beres, dan gak pernah sempat belajar karena kecapean duluan. Tapi setelah sekarang kamar lebih kinclong, hm... rasanya senang juga ya! Tapi tunggu dulu, sebagai anak HI masih ada tumpukan makalah dan review yang harus dikerjakan. Halah, sudah biasa ^^

Anyway, kemaren abangku tiba-tiba nelepon minta di temenin jalan-jalan ke perpustakaan FISIP. Maklumlah dia kan seroang kutu buku sejati. Terus dia senang sekali karena baru dapat kartu pinjaman perpustakaan antar perpus (dia anak fak ekonomi soalnya.red), kayak anak kecil yang dapat mainan baru gitu. Ya udah la ya, berhubung aku adalah adik yang manis dan baik aku berusaha menemani dia. Aku ngajak dia keliling-keliling, keperpustakaan HI, ke Blog Cafe fisip dan jejeran ruko di FISIP yang membuat FISIP UI kelihatan kayak mall atau sejenis tempat belanjaan, terakhir aku ngajak abangku ke kantor.

Gambar : Perpustakaan FISiP UI (Miriam Budiardjo Research Center)

Satu hal yang paling kuingat yakni waktu aku lagi jalan menuju kantor sama abang, tiba-tiba dia menghentikan langkahnya di persimpangan dekat Koperasi FISIP. Terus aku heran, aku tanya sama dia,


Uliph: "Kenapa Don?"
Kemudian dia menjawab dengan mata nanar.

Donny: "Aku paling suka pemandangan seperti ini.
Aku heran, aku pikir dia akan bilang bahwa kampusku yang kubangga-banggakan dengan kebagusan gedung dan fasilitasnya terlihat bagus sekali saat sunset. (Karena posisi badannya kemaren langsung menghadap matahari)

Uliph: "hm???"
Donny: "Iya, lihatlah sekelilingmu."
Aku kemudian memperhatikan ke empat penjuru angin dimana mahasiswa-mahasiswi FISIP yang modis dan gaya sedang nongkrong, berdiri, duduk dan mengobrol. Aku pikir Donny pasti sedang mengagumi orang-orang FISIP yang cakep-cakep. Tapi tiba-tiba abangku bilang,

Donny: "Coba kau perhatikan Bapak tukang Bakpao yang lagi duduk di pojokan itu."
Terus aku langsung memalingkan wajah ke sebelah kananku, di situ seorang Bapak penjual Bakpao sedang duduk dan membiarkan dagangannya terlentang di depannya. Sementara kepalanya bersender pada sebuah pilar semen. Pandangannya kosong dan raut wajahnya keras. Pemandangan itu begitu kontras dengan kumpulan mahasiswa-mahasiswi yang duduk hanya setengah meter dari posisi Bapak itu berada. Mereka berpakaian rapi, berbaju bagus dan sedang bercanda atau tertawa. Aku langsung miris menyadari keadaan yang selama ini aku abaikan.

Donny: "Jadi ini yang di bilang Fakultas Sosial? Yang adanya ketimpangan sosial." (Donny berkata dengan nada lembut, setengah bercanda dan sedikit menyindir)

Itulah satu hal yang aku kagumi dari abangku, kepekaaan sosialnya yang tinggi. Hal itu tentu saja berpengaruh padaku. Bagaimana bisa dia yang kuliah di Fakultas Ekonomi lebih memperhatikan keadaan sosial daripada aku yang kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Tanpa sadar selama perjalanan aku memikirkan apa yang dikatakannya tersebut. Esok harinya (maksudku hari ini), sehabis melakukan diskusi di salah satu organisasi yang aku ikuti, tanpa sengaja aku melihat seorang penjual Bakpau yang sedang berkeliling dikampus.
Aku tiba-tiba teringat perkataan Abangku lagi dan hatiku miris melihat Bapak tersebut berjualan di Sabtu sore dimana kondisi FISIP sepi di waktu begitu. Tanpa sadar aku memanggil Bapak itu dan membeli dagangannya (kebetulan aku juga belum makan dari siang). Bapak itu terlihat begitu santun menjualkan dagangannya, hatiku semakin miris.

Abang, apa ya yang bisa kita lakukan supaya mengurangi kesenjangan ini. Belajar baik-baikkah supaya jika kelak kita sukses, kita dapat membantu orang-orang susah itu? Aku hanya takut Abang idealisasiku ini terkikis seiring terjunnya aku kedalam sistem di dunia nyata yang salah. Mari berdoa pada Tuhan Abang, supaya kita tetap jadi orang yang selalu peduli pada masyarakat yang termarginalisasi. I believe that God will help us!

OMG Alergic Again!

Jam 4.30 pagi, hore!!! Aku hari ini bangun pagi dengan segar tanpa gatal-gatal. Senangnya hatiku!! Jadi, udah dua hari ini bandanku merah-merah dan gatal-gatal luar biasa. Wetz.. bukan karena aku lama gak mandi, tapi karena alergi. Aku juga kurang tahu karena alergi apa. Mungkin cuaca atau makanan, tapi yang pasti alerginya itu annoying banget! Buat aku jadi gak bisa ja-im di depan banyak orang gara-gara harus garut-garut sana-sini. Gara-gara itu pula aku dari kemaren pengennya cepat-cepat pulang dari kantor aja. Orang-orang kantor juga pada kwatir…

Mbak Orin: “Kamu kenapa kok garut-garut mulu?”

Mbak Meita: “Kamu kok hari ini segar banget dek?”

(Padahal karena tiap 5 menit sekali aku menaburkan bedak antiseptic disekujur tubuh)

K Rati: “Mau tau supaya sembuh gimana? Diam.”

Mbak Vina: “Jangan digarut-garut.”

ULiph: “Jadi caranya gimana?”

Mbak Vina+K Rati: “Diam.”

Pak Dowi. “Kamu alergi ya? Coba deh mandi pakek shampoo mentol. Ambil yang sachet aja. Paling juga cuma 1.000 dua”

Mbak Meitha: Kamu cuci tangan deh, biar kumannya gak lengket di kuku. Pulangnya kamu langsung mandi.

Mbak Orin: “Emang kamu alergi apa?”

Pak Dowi: “Jangan kenak angin dingin kamu…”

Arrrrgh!! Pusing gatalnya gak hilang-hilang. Akhirnya aku putuskan untuk pulang kantor dan pergi ke PKM (Pusat Kesehatan Mahasiswa). Pada akhirnya aku pulang ke asrama dengan membawa empat macam obat yang diresepkan oleh dokter PKM. Nah, pulangnya kan ada acara kumpul+ makan bareng anak lorong gedung asramaku. Setelah mandi aku pun beranjak ke tempat acara (yang hanya mengambil tempat di lantai kosong dekat kamarku). Ya ampun, aku benar-benar gak enjoy acaranya karena harus terus garut-garut sana-sini. Apalagi gatalnya tambah parah! Teman-teman selorong mulai memperhatikan gerak-gerikku yang aneh. Hwah… aku pengen ke kamar dan tidur!!! (padahal masih jam 8 malam). Selesai acara, aku pun langsung berlari ke kamarku (padahal buat apa juga lari ke jarak yag sedekat itu). Setelah meneguk obat-obat, mengoles lotion dan menaburkan bedak aku pun mencoba untuk tidur.

Menit 1: Gak bisa tidur, gak bisa berhenti menggarut sekujur tubuh

Menit 5: Berteriak (hampir nangis karena gak bisa tenang)

Menit 10: Mencoba menahan diri untuk tidak menggarut.

Menit 15: Gatalnya berkurang walau terkadang tanpa disadari tangan masih menggarut juga.

Menit 30: Mulai bisa tidur…

1 jam: Pulas deh!

Besok paginya, aku pun terbangun pukul 04.00. Langsung beranjak ke cermin dan….. Trrriiing ada kantong mata di mata tapi mukaku seluruhnya tidak bengkak lagi. Merah-merah dan rasa gatal hilang. Wah… obatnya ampuh. Senangnya hatiku bisa melakukan aktifitas dengan normal lain. Hehehehe.. Nilai yang kudapat dari kejadian gatal-gatal ini adalah: bahkan hal-hal kecil seperti alergi aja bisa buat hidup gak nyaman, gimana bila kita terkena penyakit yang cukup membahayaka, pasti akan sangat mengganggu. So, it’s very important to keep your body healthy! ^^

Thursday, April 24, 2008

My Alergic and Miss Mum

Perutku sekarang sakit karena baru makan masakan aneh di FIB. Tadi habis rapat community development, tiba-tiba saja hujan. Padahal aku hendak kembali ke kantor guna membantu K Vina yang lagi sendirian. Jadilah aku terjebak di FIB (Fakulatas Ilmu Sosial Budaya) sendirian juga. Aku pikir daripada nganggur, mending aku makan aja (berhubung aku dari tadi pagi gak makan). Tapi ternyata masakannya itu terlalu banyak vetsin sehingga perutku jadi sakit. Jadi sekarang aku ngetik setelah makan apel karena kupikir Antioksidan di apelnya bisa menetralkan racun vetsin. Anyway, apelnya aku bawa dari Hotel Four Season lho … Trus rambutku masih wangi, harum shampoo Four Season juga. hehehe… gak penting gitu.

Hari ini aku berpikir lagi terhadap sisi didiriku. Rasanya aku sangat egois dan memikirkan kepentinganku saja. How to reduce my ego? Is it so difficult? Aku juga seperi mengulang kesalahan yang kulakukan semester lalu. Aku terlalu banyak mengambil kegiatan dan itu membuatku tidak maksimal pada pilihan-pilihanku. Aku trauma terhadap itu dan ketika aku sadar tampaknya aku akan mengulang kesalahan yang sama, membuatku menjadi sedikit cemas. Pada akhirnya aku sadar bahwa manusia punya kapabilitasnya masing-masing. Mungkin ada yang bisa melakukan banyak hal sekaligus. Tapi kemampuaku terbatas. Meskipun aku bisa melakukan beberapa hal sekaligus, tapi aku gak semua yang aku mau itu aku bisa jalankan dengan baik.

Tadi tiba-tiba saja aku jadi kangen ama Mum. Waktu K Vina bilang dia bakal di jemput sama Mumnya. Tapi setelah aku pikir-pikir, ternyata aku bukan hanya rindu sama Mumku, tapi juga rindu sama rumah dan kamarku. Rindu akan atmosfernya yang nyaman Hah…. Hidup. Aku yakin saja Tuhan yang atur yang terbaik.

Friday, April 18, 2008 20:28:52

APRU CIO Conference

(Me, K Vina, K Frida, Mba Orin, K Rati)
ps. I'm the youngest! ^^

Mornin’!!!

Haduh badanku capai sekali setelah satu harian di bandara kemaren. Semalam aku sampai di Asrama sekitar pukul 11 malam. Aku juga seharusnya gak berada di kamar asramaku sambil ngetik sesuatu saat ini, seharusnya aku berada di salah satu kamar di lt.15 hotel Four Season sekarang sambil bantu-bantu orang-orang di kantorku. Yup, Direktorat Kemitraan dan Inkubantor Bisnis dan Direktorat Pendidikan lagi menyelenggarkan acara besar sekarang. Pertemuan antara Chief Information dari APRU (Association of Pacific Rim University). And you know, yang aku jemput di bandara itu semuanya adalah orang-orang hebat!.Keren sekali rasanya bisa berbincang-bincang dengan mereka.

Yang paling berkesan untukku yakni waktu aku jemput dua orang terakhir. Mereka adalah Mr. Kim CIO Office of Information System & Technology dari Seoul National University dan Mr. Alexei Falaleev Dean of Russian-American School. You know keduanya mempunyai karakter yang berbeda. Mr. Kim benar-benar orang yang lincah dan ceria, sementara Mr. Faaleev orang yang kalem dan cool. But they’re a really nice person. Pertama kenalan, mereka berdua yang duluan mengulurkan tangannya dan menyapaku. Mereka mengenalkan namanya berbarengan dan mereka mengucapkan ‘nice to meet you’nya juga berbarangen. Aku merasa lucu melihat tingkah laku mereka. Soalnya yang satu mengucapkan dengan nada yang tinggi dan ceria dan yang satu lagi mengucapkan dengan gaya kalem dan berwibawa. Akupun menjawab dengan nada panjang: “Nice to meet you toooo.” Di mobil dalam perjalanan ke UI dengan bikun (bis kuning) UI yang ber AC, aku kan ngobrol dengan mereka. Mereka benar-benar orang yang down to earth. Padahal aku berpikir kalau orang-orang yang punya posisi tinggi di suatu tempat pasti kayak merasa bahwa meresa kasta mereka tinggi dan it’s useless talking with a little girl like me. But they don’t! Mr. Falaleev meskipun sudah berumur tapi dia keren. Memang benar ya yang dibilang orang kalau orang Bulek itu makin tua makin keren (Yeah, for some case only). Terus tahu gak percakapan pertamaku dengan dia apa.

Uliph: Hello, how was ur flight?

Mr. Falaleev: Fine. But there was a little blablabla and not good when it landed.

Uliph: Oo…

Mr. Falaleev: So, are u student or?

Uliph: Yeah, I’m a student but I’m also working part time at international office.

Mr. Falaleev: What r u concentrate?

Uliph: I’m majoring international relations.

Mr. Falavleev: Oh great. So u wants to be a diplomat?

Uliph: No, I don’t think so. But I want to be a wife of diplomat. Hehehe

Mr. Falaleev: Hoo. Gud idea.

Aku senang ngobrol dengan mereka, karena obrolan mereka itu lucu. Tapi sebenarnya aku gak begitu ngerti apa yang diomongin oleh Mr. Falaleev itu. Soalnya dia berbicara bahasa Inggirs dengan akses Rusia. Beda lagi dengan Mr. Tan yang ngomongnya lancar, tapi dia bertindak tanduk lincah sekali. Kami ngobrol-ngobrol tentang tehnologi. Ternyata aku, Mr.Tam dan Mr.Falavleev sama-sama menggunakan merek ponsel yang sama: SAMSUNG. Dan ternyata tipenya Mr. Tan dan Mr. Falaleev juga sama. Keduanya juga sama-sama baru pertama kali ke Indonesia. Sebenarnya aku pengen ngobrol dan berbicara banyak, tapi aku takut mereka malah tidak mengerti apa yang aku omongin jadi aku putuskan untuk mendengarkan mereka saja. Huhuhu… merasa rendah diri sekali ya aku? Dengan itu, aku membuat sebuah resolusi yakni untuk belajar bahasa Inggris dengan sungguh-sungguh. Tidak beberapa lama kemudian Mr. Tan mengeluarkan kamare digitalnya yang bermerek Sony terus dia mulai deh foto-foto dan objek pertamanya itu adalah aku (single). Hahaha…

Oh ya selama di jalan juga aku berbicara banyak dengan beberpa Pak Supir Bikun. Akan ku ceritakan nanti, karena aku harus kuliah sekarang. I think it may be important for me to tell you that because I see other side of life when I was just mused it.

Dorm, How’s Live?

F
Taking Picture by Laptop's Webcamera

Me and PMKA @ Canteen
Study Together still @ Canteen

I was just remembering the first time I step my feet here. I imagine the first time I meet my room; I was unexcited and disappointed with that place. The place that is very small, full of dust and unpleasant ( I guest at first). But as time goes by I’ve already love this place. The place where I start my new life without my family, where I meet my new friend, where I saw new people with an unique characteristic and another first time moment I’ve experienced in here. However a month from now, I will leave this place and continue my independent live in other place which I don’t really deserve for now.

Half or more of my friend has leaved this place. It feels like part and part of my life go and leave me alone. I know that every story that I’ve made in here will be a treasure memory in my life because it will never happen again. I am growing older. I will create the new story that will different from the things that I’ve done in my younger live. Just now, I’ve just step my feet rounding this place then try to feel its atmosphere because I now that soon I will miss the moment through here. At the moment when I just imagine how important the place for me, I realize that the wall has been a witness of my 18th and 19th birthday. I have made this place a second home from me. I feel that the spirit of this place has melted with me. Maybe it’s too much or maybe I just being so melancholic at present. Truly, the moment in here will always being the important memory in my mind until I am getting older.

Good Bye My Dormitory!




Angela

I want to tell a story about my sister. Entah kenapa aku lagi kangen sama adekku. Adekku yang beda lima tahun samaku. Adikku lagi lucu-lucunya neh. Aneh ya waktu dia masih bayi aku gak pernah bilang kalau dia itu lucu, tapi sekarang waktu dia lagi puber aku malah bilang dia lucu. Iyalah lucu, seolah-olah aku sedang berefleksi dengan masa SMPku yang badung. Memang masa SMPku dan adekku berbeda. (walaupun sama-sama hancur). Tapi ayunya adekku itu kelihatan, sementara aku dulu totally preman sekolah yang bergang-gang dan buat identitas kelompok.

Nama lengkapnya adekku Angela Yurika Purba dan ia masih duduk di kelas tiga SMP. Dia akrab dipanggil dengan nama kecilnya ‘Ela’. Dia orang yang mandiri dan dewasa. Pemikirannya analitis, mirip dengan cara pikirnya abangku. Dia juga orang yang setia kawan. Hanya saja dia kurang bisa berbaur sama orang baru. Tapi begitu kau mengenalnya, dia bisa jadi sosok yang sangat rewel kalau dia lagi mood. Dia juga orang yang humoris dan punya selera humor yang tinggi. Dia senang membaca dan menulis. Waktu SMP aku juga suka membaca, tapi kayaknya dia lebih rakus menyantap buku-buku dari padaku.

Banyak orang yang suka membanding-bandingkan diriku dan dirinya. Terus begitu pertama sekali bertemu dengan adikku pasti bilang ‘Liph, adikku kok lebih cantik darimu?”. Iyalah, adekku itu emang fotogenik dan kalau saja dia lebih kurusan dikit, dia ideal banget loh. Actually nothing special with her, but I love her so much…

I hope when someday we grow up, we’ll be a good person that makes our parents proud.

Me and Sista 3 years ago (when I was still in Medan)