Friday, 17 July 2009

Traveling in Malacca






Hi All! Sepertinya udah lama sekali aku gak update blog ini. I’m so sorry. Belakangan terlalu sibuk dengan aktifitas yang seabrek, kerjaan kerjaan sampinganku, travelingku selama 10 hari ke luar negeri dan yang paling ribet sekarang adalah mengatur segala sesuatunya untuk urusan studi di Australia selama 6 bulan (baru kembali tahun depan). Aku berjanji akan mengurus blogku ini begitu aku fix kan akomodasi di Melbourne. Sekarang ini biarkan aku ingin menceritakan keindahan sebuah kota tua di Negeri Jiran Malaysia!

  1. Tanggal 21 Juni 2009 yang lalu, aku dan dua orang temanku berkesempatan mengunjungi Melaka, salah satu kota tua di Malaysia, terletak di tepi Selat Melaka. Secara geografis, kota ini berhadapan dengan provinsi Riau, dan sangat dekat dengan Sumatera Utara. Sangkin dekatnya perjalanan dari Riau ke Melaka bisa ditempuh dengan pesawat selama 30 menit, atau kapal Ferry selama sekitar tiga jam!

  1. Sebagai kota tua, Melaka memiliki sejarah panjang, dan masih banyak dijumpai artefak-artefak yang bernilai historis. Melaka pernah dikuasai oleh Portugis, Belanda, dan juga Inggris, sebelum akhirnya merdeka dan menjadi bagian dari negara Malaysia. Selain itu, keindahan sungai Melaka menambah kekhasan kota ini.

  1. Begitu tiba di Town Square atau Red Square, kesan antik dengan nuansa merah bata terasa saat melihat bangunan-bangunan peninggalan Portugis dan Belanda. Konon bangunan ini tidak seluruhnya berwarna merah, namun untuk menyesuaikan dengan warna Christ Church, yang terletak di sebelahnya, seluruh bangunan pun dicat merah oleh Belanda. Wah… cerahnya.

  1. Masih di sekitaran Red Square, aku disambut dengan becak-becak yang meriah banget karena dihias dengan ornamen berwarna-warni, termaksud bunga plastik. Aku terhenyak ketika lagu-lagu dengan volume kencang diperdengarkan melalui tape recorder di dalam becak.


  1. Ups, jangan lupa befoto di depan Christ Church, sebuah geraja peninggalan Belanda, dibangun pada tahun 1753. Untuk kamu ketahui, Christ Church merupakan gereja Protestan yang dibangun oleh penjajah Belanda, dan hingga kini masih dipakai umat Kristen Melaka untuk beribadah.


  1. Dari Christ Church aku berjalan menuju bukit tempat reruntuhan Gereja St. Paul. Perjalanan ke atas bukit memang sedikit melelahkan, namun usahaku tidak sia-sia sebab pemandangan dari atas bukit sungguh indah. Konon, St. Francis Xavier pernah dikuburkan di sekitar pemakaman terbuka disana sebelum akhirnya jasadnya dipindahkan ke Goa, India.

  1. Tidak hanya peninggalan Eropa yang aku temui di Melaka, ternyata pendatang China di Melaka juga meninggalkan warisan budaya tinggi. Hal itu bisa dilihat dari keberadaan kuil-kuil indah seperti Kuil Cheng Hoon Teng ini.

  1. Melaka terkenal pula sebagai kota yang penuh dengan bangunan bersejarah dan berbagai jenis museum. Muzium Maritime yang sempat aku singgahi hanyalah salah satu museum di Melaka. Ada 26 museum tua lainnya peninggalan masa kerajaan dan kolonial.



  1. Mau beli oleh-oleh? Singgahlah sejenak disekitar Jonker Walk. Disini kamu bisa dapatkan berbagai jenis asesosir dan barang lainnya, mulai dari gantungan kunci hingga baju dan tas. Disepanjang jalan, juga dijajakan berbagai minuman dan makanan khas. Salah satu yang aku cicipi adalah sate buah coklat (buah-buahan manis yang dicelup dengan coklat). Hm.. yummy..!







  1. Sebelum pulang, aku dan teman-teman mencoba bersantai sejenak dengan menikmati keindahan pemandangan di sekitar sungai Melaka dan suara terompet dari musisi jalanan pun semakin menghiasi malam yang indah di Melaka Oh… kota yang sangat artistic.




to be continued with the next journey...


Friday, 13 March 2009

CJ, Oh I luv U! ^^

Belakangan ini hari-hari yang aku mengalami hari-hari yang berwarna. Padahal hampir-hampir memasuki ujian pertengahan semester dan untuk semester ini pertama kalinya aku mengambil 24 sks, tapi entah kenapa sepertinya hidupku sangat santai. Sementara anak-anak FISIP lainnya lagi hectic nyarik bahan UTS dan ini-itu. Sekarang aja aku sedang mengetik di kampusku FISIP dan jam telah menunjukkan pukul 6 lewat, tapi (tumben) kampus masih ramai. Mungkin kondisiku yang sekarang karena beban tugas untuk semester ini tidak sesulit semester lalu.
Ada beberapa hal yang berkesan beberapa minggu ini:
Pertama, aku kembali bergadang. Tapi kali ini bukan karena aku tugas tapi karena kegiatan tidak penting. Demi seorang teman beberapa hari yang lalu aku bela-belain jadi penonton studio acara BBM di Trans TV. Aku sebenarnya udah kesal banget dengan kondisi tunggu menunggunya yang gak penting itu. Apalagi ya Tuhan, disuruh dandan menor lagi. Aku paling benci berdandan tapi gak sesuai sikon. Tapi nilai positifnya adalah, OMG OMG OMG aku berhasil foto dengan Chris Jhon. Kau tidak tahu kan betapa kagumnya aku dengan dia terkait prestasinya yang amazing itu.
Jadi gini, awalnya aku gak tau kalau bintang tamunya adalah Chris Jhon, aku masih ogah-ogahan gitu. Terus belakangan waktu aku tahu kalau Chris Jhon jadi bintang tamunya, betapa bersemangatnya aku. Wew…. aku langsung take in Adel buat fotoin. Eh tapi pas terakhir adegan salam menyalam, banyak banget orang kerubunin si doi. Sampai ada yang bela-belain minta ttd di kaos putihnya lagi. Uh aku kesel apalagi satpamnya kayak udah ngalang-ngalangin gitu. Jadi aku berinisiatif, aku samperin si Chris Jhonnya bilang:
Uliph: “Mas Chris, entar foto sama saya ya?”
Terus CJ (disingkat aja lah udah malas panjang-panjang) menoleh ke arahku.
CJ: “Iya sabar dek, entar semua bisa foto kok.”
Uliph: Tersenyum lebar
Nah sialnya pas giliranku mau foto sama si CJ satpamnya ngalangin sampek CJnya mundur gitu. Aku makin sebel.
Uliph: “Mas, ini yang terakhir” (ditujukan ke si satpam)
CJ: Menghempaskan si satpam sambil berkata “Tunggu Mas, satu kali aja.”
We… jadilah aku foto dengan CJ, idolaku! Weleh-weleh….
Kedua adalah cerita tentang teman-teman satu koberku. Kemaren aku dan Iateman-teman se gangku yang satu Kober (maksudnya yang sama-sama kosan di gg. Kober gitu) makan di suatu restaurant yang menu utamanya adalah cabe. Nama restaurannya SS a.k.a Super Sambel. Makanannya sih biasa aja, tapi sambelnya um um um yummy banget!
Terus waktu udah selesai makan, kita ngobrol ngobrol dulu ber-empat (aku, aAbi, Moren dan Tania). Terus karena iseng aku ‘gado’ sambel. Aku makan sambelnya mentah gitu tanpa nasi dan lauk. Alhasil, aku kepedasan minta ampun. Aku nangis. Banyak lagi air matanya. Teman-temanku geleng-geleng kepala sambil manggil masnya buat ngasih air putih.
Tania: “Dasar elo Liph, Batak-batakan!”
Abi: “Emang lah kau ini. Udah mukak gak kayak orang Batak, gak tahan pedes lagi.”
Uliph: Meringis kepedesan.
Cerita ketiga adalah tentang acara ke kosan Donny (abangku) guna mengambil titipan coklat Valentine dari Dad. Seperti biasa di sana aku berantam sama Donny karena hal-hal kecil. Mungkin aku harus lebih berempati kepada Abangku itu mengingat kondisi skripsinya. Pokoknya awas aja kalau gak selesai sampai sidang, Mom ama Dad bisa batal datang ke Depok. Tapi selama di sana aku sempat menanyakan ke Abangku.
Uliph: “Don, entar kau pengen kerja apa?”
Donny: “Gak tau Liph, ngapain capek-capek mikir profit. Aku pengen kerja di masyarakat. Pengen gabung ke LSM.”
Hm? Kenapa Donny sekarang jalan pikirannya mulai sama denganku. Setauku aku dan dia kontras 180 derajat. Apakah karena aku dan dia memiliki view yang sama tentang kesalahan total umat manusia di abad 21 yang mendewa-dewakan materi?
Entahlah.
Btw, essayku belum selesai. OMG, mulai stress ini.

Wid Luv,
Liph

Thursday, 12 March 2009

Dear Saint Fairy Tale


Eksentika Makna (Hati)

Malam ini atmosfer kental,
Bukan karena nuansa bulan bintang yang lenyap
Hanya hatiku yang sesak
Tetap membisu dalam renungan,
Senyap hanya nyanyian dari kesunyian
Dalam hati bergemuruh riuh
Deruh menderu lalu runtuh
Dentang detik bersorak
Pukul sekian aku terjaga,
Lalu memaksa memori kelam berkelana
Bagai tersedot putaran dimensi
Aku masih…
Pikiran yang mondar mandir
Mengelana berpeteluang
Hari baru hadir!
Masih ada jenjang yang kujelang
Tidurlah tidur,
Lelap dalam alunan sendu peri-peri
Terpukau isi hatiku sudah cukup
Dengan ulasan senyum aku kembali ke negeri dongeng


Depok,
Friday, March 06, 2009 3:02:36 AM

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts